Text
Membangun Peradaban dengan Agama
Dinamika siklus sejarah peradaban merupakan proses hubungan biologis antara individu-individu dalam masyarakat dan pemikiran agama dalam masa tertentu. Yang oleh karena itu semua peradaban kemanusiaan merupakan lingkaran-lingkaran bersambung yang masing-masing bermula dengan munculnya pemikiran keagamaan, kemudian bermula keruntuhannya ketika ia dikuasai oleh gravitasi bumi, yaitu setelah ia kehilangan roh keagamaan dan ketika instink-instink keduniaan lepas tanpa kendali yang seterusnya membawa manusia kembali ke alam primitif. Berdasarkan atas teori ini maka agama memiliki peranan penting dalam menentukan fenomena keruntuhan dan kebangkitan suatu peradaban. Semua agama dapat berperanan sebagai katalisator unsur-unsur penting peradaban; manusia, tanah dan masa, dan katalisator kedinamisan kebudayaan. Islam sebagai agama mampu dan dapat memainkan peranan yang lebih baik, sebagai katalisator kebudayaan yang dinamis dan pembangunan peradaban, dibandingkan dengan agama-agama ataupun ideologi-ideologi yang lain, baik di dalam sejarah masa lalu, masa sekarang ataupun di masa yang akan datang. Jawaban terhadap pertanyaan, mengapa dunia Islam dijajah secara fisik oleh dunia Barat sehingga berabad-abad lamanya, dan sehingga hari ini masih dijajah secara ekonomi, politik dan kebudayaan? Jawabannya adalah karena dunia Islam memiliki “kelayakan dijajah” (al-q?biliyyah li a‘l-isti’m?r) atau memiliki semua syarat untuk dijajah. Memahami konsep “kelayakan dijajah” sangat penting dalam proses reformasi dan pembaruan karena ia dapat memberikan kesadaran terhadap kelemahan-kelemahan dan kekurangan-kekurangan yang ada dalam diri sendiri atau dalam diri masyarakat Islam.
Tidak tersedia versi lain