Text
Namaku Nairem
"Senjajatuh di belantara sejarah yang terluka. Aku tengadah. Dari titik terjauh, kuklat Marina bertasbih air mata mujahid. Rinduku berlari di lintasan angin. Ingin kukutipi teks-teks yang ia pahat tiap kali bertutur tentang (luka-sejarah)."
"Sesungguhnya, di sekitar Arsy terdapat mimbar-mimbar dari cahaya, yang di antaranya terdapat suatu kaum yang menggunakan pakaian cahaya. Wajah mereka bercahaya dan mereka itu bukan Nabi, juga bukan para syuhada. Mereka adalah orang-orang yang saling menjalin cinta kasih karena Allah, saling bermajelis duduk memikirkan sesuatu karena Allah, dan saling mengunjungi karena Allah semata."
"Atas ridha Allah SWT, insya Allah, satu di antara mereka yang berpakaian cahaya Surga itu adalah dirimu, Marina."
Ada sebuah nama yang tidak dicatat sejarah, tapi selalu membuat sejarah. Nama itu di era 1803-1818 menjadi saksi ketersiksaan ketika santri Cirebon bernama Nairem divonis mati pada September 1818. Nama yang tidak dicatat sejarah itu juga sulit melupakan menit-menit terakhir eksekusi Kartosuwiryo di Onrust, Pulau Seribu, pada September 1962. Bahkan ketika 12 September 1984 terjadi tragedi Priok, ia juga berada di antara drum-drum berdarah yang berisikan mayat mujahid.
Adalah Marina yang mengaku keturunan keenam Nairem. Ia bersua Ketua Tim HAM Jakarta untuk meneliti apakah benar ada pelanggaran HAM dalam tragedi Priok, September 1984? Ia meyakini ada trauma berdarah di Indonesia. Ia tak ingin dicatat sebagai anak haram sejarah. Marina menculik Tandi Skober untuk meyakinkan hal itu. Marina memaksa Tandi agar menulis tentang jihad fi sabilillah di berbagai media cetak. Marina juga menuliskan skenario film tentang pelanggaran HAM trauma Priok 1984. Ia paparkan secara detail perjuangan jihad Nairem 1818. Ini membuat mereka terperangah, meski dalam titik terjauh paparannya menjadi kerikil tajam di sepatu komunitas tertentu.
Marina tentu memosisikan dirinya di tepi jurang karena ketajaman dan kegigihannya mengungkap fakta sejarah yang ditutup rapat. Tapi, ia seberani kakek buyutnya, Nairem. Berhasilkah Marina membukanya?
Tidak tersedia versi lain