Text
Al-Qur'an: Inspirasi Perubahan
Syirik sosial telah mewabah. Fenomena korupsi, kemaksiatan, mafioso, kemiskinan akut, ketimpangan sosial dan akhirnya bencana alam datang bertubi-tubi, menjadi dampaknya. Syirik sosial merebak karena bangsa ini telah terindap penyakit Fir'aunisme Baru dan Qorunisme Baru: Fir'aunisme yang mengabdi kepada Kekuasaan dan melalaikan nasib Rakyat; Qarunisme yang menyembah kepada harta.
Fenomena Syirik Sosial meretas bersamaan dengan aktivitas Sekularisme dan Liberalisme yang dipasarkan agen-agen Barat dan Kafir, sejak dekade 70-an. Agen-agen sekulerisme dan liberalisme telah menebarkan kekacauan dan petaka. Namun petaka itu kini benar-benar baru dirasakan bersamaan dengan ambruknya tatanan kehidupan sosial dan berbangsa.
Wacana pemahaman yang sekuler dan liberal yang rusak dimulai dengan: Iman adalah masalah personal antara manusia dan Tuhan dan iman tidak ada kaitannya dengan kehidupan berbangsa dan bernegara. Umat dibuatnya terpecah belah dan apatis terhadap perubahan dan kezaliman yang ada. Bahkan, umat Islam sendiri telah mengindap sindrom Islam Phobia pada tahapan yang mengkhawatirkan. Kalangan umat Islam sendiri takut ditegakkannya tatanan Qur'ani? Padahal hanya dengan hidup dalam tatanan seperti itu ketentraman, kebahagiaan, kemuliaan dan kejayaan umat Islam bisa diraih.
Keimanan yang benar akan dengan mudah terinspirasi oleh kitab suci al-Qur'ân dan membuat perubahan. Keimanan yang benar juga akan membuat orang beriman bergegas menjawab seruan Allah s.w.t. dan Rasul-Nya untuk melakukan perubahan: berjihad di jalan-Nya dengan harta dan jiwa, karena itulah sumber kebahagiaan hidup orang beriman. Dan keimanan yang benar akan membuat orang beriman menyadari sepenuhnya bahwa dirinya adalah Khalifah, penguasa yang harus berani membuat dan mengendalikan perubahan.
Tidak tersedia versi lain