Text
Manajemen Institusi Warisan Budaya : Sebagai Institusi Informas
Manajemen, apapun nama institusi yang dipimpin, sejatinya bermula dan bermuara pada mengatur sumber daya manusia. Gedung yang indah adalah hasil karya manusia. Perputaran aliran dana terjadi karena manusia. Regulasi sistem bergerak karena manusia. Produktivitas produk dan jasa juga dilakukan oleh manusia. Memimpin manusia artinya memimpin batin, psikis dan fisiknya. Hal ini juga berlaku pada institusi warisan budaya (Galeri, Perpustakaan, Pusat Arsip, dan Museum), sebab berbicara mengenai budaya, pasti akan terhubung dengan masyarakat yang notabene memiliki keragaman karakter dan kondisi mental. Perkembangan teknologi informasi juga menuntut para pengelola institusi warisan budaya untuk inovasi layanan, yakni layanan informasi. Trend dunia yang sudah menghidupkan industri kreatif juga harus direspon positif oleh para pemimpin agar bekerjasama dengan komunitas dari berbagai etnis, ahli pengetahuan lokal, ahli budaya, akademisi, dan pemerintah. Hal ini juga akan berdampak pada semakin kompleksnya hubungan antarmanusia yang terlibat di dalamnya.
Tidak tersedia versi lain