Text
Buatlah Allah Jatuh Cinta
Menjadi mulia adalah harapan dan impian setiap manusia. Seringkali kita mendengar ketika master of ceremony (MC) berkata dalam sebuah acara, \"Yang kami muliakan Bapak, Ibu ...,\" dan lain seterusnya. Mendengar hal itu kita senang sekali, apalagi nama kita yang tersebut. Kita merasa terhormat dan berharga, merasa dimuliakan. Tetapi apakah kita memang benar-benar mulia? Terutama, apakah kita benar-benar mulia di mata Allah?Banyak orang yang mencari kemuliaan di mata orang lain, sehingga namanya disebutkan dalam setiap acara-acara besar dengan kalimat penghormatan, \"Yang kami muliakan ....\" Apakah kemudian dia benar-benar mulia di mata Allah? Jangan jangan ... dia dimuliakan karena sebuah pangkat, atau karena pejabat, karena profesor, kyai, ustaz, atau karena ia adalah seorang atasan dalam pekerjaan, tetapi tidak secara kualitas iman, ilmu, dan amal.
Tidak tersedia versi lain